Aktivitas Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kembali meningkat signifikan. Gunung api tersebut tercatat meletus ratusan kali dalam periode pemantauan terbaru, menandakan dinamika vulkanik yang masih sangat aktif.
Letusan umumnya disertai lontaran material pijar dan kolom abu dengan ketinggian bervariasi, sehingga meningkatkan kewaspadaan masyarakat di sekitar gunung.
Aktivitas Vulkanik Terpantau Intens
Petugas pemantauan gunung api mencatat frekuensi letusan yang tinggi, baik berupa letusan eksplosif maupun hembusan. Aktivitas ini menunjukkan tekanan magma di dalam perut gunung masih fluktuatif.
Meski sebagian besar letusan berskala kecil hingga sedang, intensitas yang berulang menjadi perhatian serius.
Baca juga:Dugaan Penipuan Kripto, Pelapor Rugi Rp 3 Miliar

Status Gunung dan Zona Bahaya
Gunung Ile Lewotolok saat ini masih berada pada status waspada atau siaga sesuai evaluasi terbaru. Masyarakat diminta tidak beraktivitas di dalam radius zona bahaya yang telah ditetapkan.
Langkah ini penting untuk menghindari risiko terkena lontaran material vulkanik.
Dampak bagi Warga Sekitar
Sebagian warga merasakan dampak abu vulkanik tipis yang turun di permukiman. Aktivitas pertanian dan mobilitas masyarakat turut terdampak meski masih dalam batas terkendali.
Pemerintah daerah menyiapkan langkah antisipasi jika aktivitas meningkat lebih lanjut.
Imbauan Kewaspadaan
Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada. Informasi resmi dari otoritas vulkanologi diminta menjadi rujukan utama agar tidak terjebak informasi yang menyesatkan.